![]() |
| Mr. Kalend (Pendiri Kampung Inggris) |
Garuda Park
Simpang Lima Gumul Di Malam Hari
"harga bakpau nya berapa pak?"
"one thousand rupiahs" jawab si bapak tukang bakpau.
Waw!..agak kaget memang. Tapi, itulah sedikit pecakapan yang terjadi saat aku baru tiba di kampung Pare, Desa Tuungredjo, Kediri, Jawa Timur.
Seiring perjalananku mencari kos-an, aku terus-menerus mengelap keringatku. Maklum, udara di daerah ini lumayan panas. Setelah beberapa lama, aku melewati pangkalan becak. Tiba-tiba ada yang menyapaku, “Where will you go?, I’ll pick you up”.
Hah!!..mulutku ternganga makin lebar.
Diatas adalah sedikit ilustrasi dari Kampung Inggris. Pertanyaan pertama yang muncul di pikiran saya adalah, bagaimana bisa seorang penjual bakpau dan tukang becak berbahasa inggris?Dengan tata bahasa yang tidak bisa dibilang berantakan??
Karena, disana terdapat lebih dari 350 tempat kursus bahasa inggris. Dan sebagian besar dari tempat kursus tersebut memiliki asrama yang mewajibkan mereka berbahasa inggris. Disamping itu, para siswa dari ratusan tempat kursus itu menggunakan bahasa inggris kemanapun mereka pergi. Pada saat bersepeda bersama teman-teman, makan di warung, berjalan-jalan sore, maupun curhat sebelum tidur.
Dalam tulisan ini saya hanya ingin berbagi pengalaman kepada anda yang berminat mengunjungi Kampung Inggris. Bahwa, hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tempat kursus mana yang akan anda tuju. Cari Informasi sebanyak-banyaknya tentang tempat kursus tersebut, hubungi tempat itu dan tanyakan waktu pendaftaran. Menurut pengalaman saya, tahun ajaran baru di Kampung Inggris dimulai setiap bulan dan terjadi dalam dua periode yaitu: setiap tanggal 10 dan 25.
Perlu diketahui juga bahwa disana terdapat program bulanan dan program dua mingguan. Maksudnya, Progam tersebut hanya berjalan dalam jangka waktu satu bulan atau dua minggu. Adapun pilihan program yang terdapat di sebagian besar tempat kursus adalah speaking, writing, pronunciation, grammar, toefl, dll. Sesuaikan dengan minat yang anda miliki.
Disana terdapat dua jenis asrama/tempat kos. Pertama, English Area. Disini anda akan mendapat fasilitas belajar bahasa inggris untuk daily conversation. Umumnya, setiap senin-jumat sehabis shalat shubuh dan shalat maghrib. Harga berkisar Rp150.000/bulan. Kedua, non-English Area. Disini anda hanya mendapatkan fasilitas menginap selama satu bulan, lengkap dengan aksesorisnya (kasur,lemari,dll). Dengan harga, Rp100.000/bulan.
Hal penting lainnya adalah, menyewa sepeda. Ya, karena di Pare tidak terdapat angkutan umum yang akan mengangkut kita dari kos-an menuju tempat kursus. Dengan membayar Rp40.000/bulan, anda dapat menikmati service gratis jika terdapat kerusakan pada sepeda anda.
Di Pare terdapat tempat wisata yang patut kita kunjungi untuk sekedar menyegarkan otak. Seperti Simpang Lima Gumul, Candi Surowono, Garuda Park, dll.
Pesan saya ketika anda mengunjungi Kampung Inggris ini adalah, don’t expect too much!. Karena, segala hal yang ada disini tidak selalu sesuai dengan harapan anda. Jangan berharap yang muluk-muluk dengan keadaan alam disini.
Tapi, bagi anda yang mencintai bahasa inggris, atau sekedar ingin menguasainya, inilah tempatnya!!


